Optimis

Sejenak bayanganmu terlintasKehadiranmu mungkin tidak lama, namun sangat berbekasMembuatku ingin mengulang temu, lagi, dan lagiKau tau?Kau alasan aku percayaMeski sesaat akan bertemu kegelapan, teruslah memancarkan sinar bahagiaAgar ia kelak kekal di dalam hatimuMeski setelahnya kau harus berseteru dengan senduKau tidak perlu khawatirDengan warna warna itu, cahayamu menjadi sangat indahSeperti kala itu

Rindu

Sebenarnya aku dekatNamun seperti ada tabir tak kasat mata menggenggamkuMenghalangi jari ini untuk menghubungimuSebenarnya aku rinduMenebak-nebak emosi yang kau sembunyikan di matamuSeolah kedamaian akan senantiasa menghampiriAda apa, Aku?Semua perhatianku tiba-tiba saja tertuju padamuSemua anganku dipenuhi oleh sosokmuBahkan kau menjadi impianku yang seakan mustahil untuk terpenuhi

Beyond Human and Robot

One day, I wished that I was an AlexithymiaThere would be no emotions such as fear, disappointment, heart-broken, or grudgeI would only need to learn to do good thingsThere would be no fear of being rejected after making mistakesNo fear of being humiliated to get out of old habitsNo hesitation to help those who haveLanjutkan membaca “Beyond Human and Robot”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai