Sejenak bayanganmu terlintas
Kehadiranmu mungkin tidak lama, namun sangat berbekas
Membuatku ingin mengulang temu, lagi, dan lagi
Kau tau?
Kau alasan aku percaya
Meski sesaat akan bertemu kegelapan, teruslah memancarkan sinar bahagia
Agar ia kelak kekal di dalam hatimu
Meski setelahnya kau harus berseteru dengan sendu
Kau tidak perlu khawatir
Dengan warna warna itu, cahayamu menjadi sangat indah
Seperti kala itu
Fragile
My tears flow like a river
When I see you
When you worry about me
How could?
Is this heart frail when converges its adorer?
Upset
A few times ago, someone filled my days
At first, we met unexpectedly
Day by day, we frequently met at the same time and place
One day, when I was there, I didn’t find you
The day after that, I found myself frequently going there just to meet you
But you never showed up
Several days passed, my hope was lost as dew had evaporated into the sky
And today, I meet you again, there, at the same place
You’re still warm-hearted as usual
But now the situation is different
There is already someone waiting for you right behind you
Khawatir
Waktu berlalu begitu cepat
Masa sekarang pun akan berlalu
Sejenak aku tertegun memandangmu
Sekali lagi memandangmu, kemudian memandangnya
Angan-angan ku membawaku terbang ke masa depan
Dalam anganku terbersit impian yang sempurna
Jiwaku sangat menginginkannya
Lalu seakan terhisap oleh lorong waktu
Dalam hatiku aku sangat khawatir apa yang di depanku akan terjadi
Senja
Di suatu senja terhebat
Mataku memandangmu lekat
Pikiranku berusaha menggenggam mu erat
Menatap pada nun jauh di belakangmu
Sejenak aku terdiam, dirimu adalah dirimu
Aku seolah melupakan banyak hal disaat mengagumimu
Namun sekarang aku siap
Kurasa aku tak perlu cemas lagi
Kini la remuk di genggamanku
Need To Move On
I thought I had forgotten you
But it still felt stifling when I heard a story about you
I didn’t think I fell for a deep feeling at that time
It still remains in my heart today
Even though for now, I have forgotten our encounter
My heart seems reluctant and keeps remembering your figure
I think I have forgotten our story
No matter how hard I try to remember
But this feeling, in my heart
Is still there when I see you
Kecamuk Pikiran
Tubuhku lelah
Tapi otakku seakan enggan untuk beristirahat
Duhai
Sungguh akulah yang paling menginginkan hal itu
Berhenti
Berhenti menggaungkan hal itu berulang kali
Akan aku hadapi
Akan aku hampiri
Hingga ia pergi
Rindu
Sebenarnya aku dekat
Namun seperti ada tabir tak kasat mata menggenggamku
Menghalangi jari ini untuk menghubungimu
Sebenarnya aku rindu
Menebak-nebak emosi yang kau sembunyikan di matamu
Seolah kedamaian akan senantiasa menghampiri
Ada apa, Aku?
Semua perhatianku tiba-tiba saja tertuju padamu
Semua anganku dipenuhi oleh sosokmu
Bahkan kau menjadi impianku yang seakan mustahil untuk terpenuhi
Antara Cinta dan Kasihan
“Aku ingin menjadi tanah pijakan yang kokoh untukmu.”
Yu Ji-Hyeok (Marry My Husband)
Kalimat itu terdengar di telingaku, membuatku menghela nafas. Aku berpikir, betapa naif nya dia. Apa hanya itu yang dia inginkan? Tanpa sadar, air mata mengalir di pipiku. Meski naif, aku merindukan seseorang seperti dia di hidupku. Bagaimana mungkin? Ya, itu namanya cinta. Cinta yang pernah kurasakan. Harapan yang membuatku bertahan meski tahu semua sia-sia.
Aku pernah mendengar, cinta terkuat itu adalah yang dilandasi rasa kasihan. Tapi kebanyakan manusia tak suka dikasihani. Mungkin maksudnya bukan kasihan biasa. Ji-Hyeok merasa kasihan pada Ji-Won, yang hidupnya penuh dengan penderitaan. Suami dan sahabatnya berselingkuh, ia stres sampai kena kanker, sering di-bully oleh teman-temannya dan bahkan atasannya. Lebih dari itu, Ji-Hyeok kasihan pada dirinya sendiri. Dia punya banyak kelebihan, dia dianugerahi banyak privilege, tapi tak punya ambisi. Dia hidup mengikuti arus, tanpa berani mengambil keputusan.
Kasihan. Apakah manusia sebegitu bencinya dikasihani? Apakah dikasihani adalah sesuatu yang teramat buruk? Aku rasa tidak. Manusia hanya takut ada perasaan lain yang menyertai kasihan. Perasaan seperti lemah, minder, takut bergantung, dan dikhianati. Mungkin manusia tak masalah dengan rasa kasihan yang tulus. Karena kasihan juga bentuk cinta. Setidaknya, itulah yang kupercaya dan kuyakini. Ya, aku pun ingin menjadi tanah pijakan yang kokoh bagi orang-orang yang aku sayangi.
Drama Marry My Husband
Title: Marry My Husband (English & literal title)
Revised romanization: Nae Nampyeongwa Gyeolhonhaejweo
Hangul: 내 남편과 결혼해줘
Director: Park Won-Gook
Writer: Seong So Jak (webcomic), Shin Yoo-Dam
Network: tvN, Prime Video
Episodes: 16
Release Date: January 1 – February 20, 2024
Runtime: Monday & Tuesday 20:50
Language: Korean
Country: South Korea
Main Actor: Park Min-Young, Lee Yi-Kyeong, Song Ha-Yoon, Na In-Woo
Serial ini bercerita tentang seorang wanita baik hati bernama Kang Ji-Won. Ia telah menikah selama beberapa tahun dengan seorang pria yang merupakan rekan kerjanya. Saat ini Ia sedang mengidap kanker yang lumayan parah di bagian perut dan akan segera dioperasi.
Semasa Ia dirawat di rumah sakit, ia hanya sendirian. Bahkan suaminya, Park Min-Hwan dan satu-satunya teman terdekatnya, Jeong Su-Min juga jarang sekali menjenguknya. Ji-Won bukan wanita yang supel, senang bergaul dan mempunyai banyak teman. Semasa hidupnya, Ia hanya tau belajar dan bekerja dengan giat.
Di waktu kesendiriannya ini, ia mengingat kembali apa yang telah ia lalui. Ia menyadari bahwa selama ini ia tidak pernah menikmati hidupnya dengan baik, ia selalu mengkhawatirkan orang lain, berkorban demi mereka, dan menerima berbagai perlakuan buruk dari teman-teman semasa sekolah, atasan kerjanya, bahkan suami dan ibu mertuanya. Tidak ada yang berada di pihaknya. Ia benar-benar sendiri.
Bahkan setelah dioperasi, Ia hanya pulang sendiri ke rumahnya. Namun ketika sampai di rumah, Ia mendapati suaminya sedang bermesraan di kamar mereka dengan wanita lain yaitu Su-Min, teman terdekatnya selama ini. Bahkan mereka berdua merencanakan kecelakaan untuknya, karena ingin mendapat manfaat dari asuransi jiwanya. Sontak Ji-Won pun murka dengan mereka berdua. Namun tubuhnya yang lemah pasca operasi membuatnya mudah terjatuh saat mereka berkelahi, dan kepalanya pun terbentur meja kaca di ruang tengah. Ia banyak kehilangan darah dan akhirnya meninggal.
Namun ternyata Ji-Won balik ke masa 10 tahun yang lalu, di mana ia masih berpacaran dengan suaminya. Saat ia tersadar, ia sedang berada di kantor tempat ia bekerja, U&K group, tepatnya di ruang break karyawan. Di depannya ada suaminya sedang merangkulnya. Ia pun teriak histeris. Segera manajer mereka, Yu Ji-Hyuk menghampirinya dan memperingatinya bahwa ia sedang berada di kantor dan sedang dalam waktu bekerja. Ia pun berlari ke luar kantor mereka.
Ternyata Yu Ji-Hyeok mengejarnya dan menyuruhnya untuk istirahat. Karena beberapa hari yang lalu ia baru memperoleh izin sakit. Setelah beberapa saat ia pulang dan menenangkan diri, barulah ia sadar dengan apa yang terjadi bahwa ia kembali ke masa lalu. Ia mengingat percakapannya dengan sopir taksi ketika ia pulang ke rumahnya pasca operasi serta uang kembalian taksi yang mengingatkannya pada mendiang ayahnya. Ayahnya dahulu berprofesi sebagai supir taksi dan meninggal saat ia masih duduk di bangku sekolah. Ia juga mengingat kejadian-kejadian yang terjadi pada tahun ini.
Kini ia bertekad akan menjalani kehidupan keduanya dengan lebih baik dan berencana keluar dari hubungannya dengan pacarnya, agar mereka tidak jadi menikah, ia tidak akan stress dan terkena kanker, ia tidak akan diselingkuhi, dan ia tidak akan mati secepat itu. Namun semua itu tidak mudah karena kehidupan berjalan sesuai dengan masa lalu, dan ia sendirian.
Ia mulai memberanikan diri untuk menghindari tragedi-tragedi yang akan menimpanya, dimulai dari tragedi saat dirinya ketumpahan makanan karena ulah pacarnya dan sahabatnya. Ia menghindari kejadian itu, akibatnya mereka berdua lah yang menjadi korban ketumpahan makanan itu. Karena menghindari kejadian itu, ia juga mendapat seorang teman karena membantunya dengan memberi sebuah pembalut di wc, dia adalah Yu Hwi-Hyeon.
Hari demi hari ia semakin memikirkan strategi agar kehidupan buruknya tidak terulang. Ia mencoba putus dari pacarnya, namun ternyata tidak mudah. Pacarnya justru mengancamnya. Lama kelamaan ia menyadari bahwa ia tidak bisa terus menghindari takdir. Ia harus mengubah tragedi itu agar menimpa orang lain, barulah ia bisa terbebas darinya.
Ia juga berusaha mengantisipasi kelakuan ketua timnya atas pencurian ide proposalnya di masa lalu. Ia juga membangun koneksi dengan beberapa orang yang juga tertindas saat itu. Di samping itu, ia menjadi dekat dan sering berinteraksi dengan Ji-Hyeok. Mereka seringkali berpapasan dan Ji-Hyeok kerap membantunya beberapa hal.
Hingga tragedi saat kelakuan buruk salah satu direktur U&K group terhadap awak pesawat saat perjalanan dinas akhirnya terungkap di media, yang menyebabkan direktur tersebut dipecat. Sebelum itu terjadi, Ji-Won telah mengantisipasi hal tersebut sehingga ketua timnya mau tidak mau menerimanya sebagai bagian dari tim proyek baru yang menggunakan ide proposalnya tersebut.
Setelah kejadian itu, Ji-Won dan Ji-Hyeok tidak sengaja bertemu di rooftop kantor, mereka mengobrol tentang lagu favorite mereka, yang akhirnya membuat mereka saling mengetahui bahwa mereka sama-sama mengulang waktu, karena lagu tersebut belum rilis saat ini. Ji-Hyeok menceritakan bahwa dia tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan berada di kamarnya. Sedangkan dia baru saja mengalami kecelakaan setelah pulang dari pemakaman Ji-Won (tapi ia akan menceritakan tentang kecelakaan ini nanti). Lelaki itu berkata bahwa dia akan berusaha membantu apapun yang Ji-Won lakukan.
Bahkan kejadian bertemu dengan cinta pertama Ji-Won yaitu Baek Eun-Ho di reuni sekolah, yang akhirnya membantu Ji-Won membersihkan nama baiknya di hadapan para perundungnya, itu adalah karena bantuan Ji-Hyeok. Ia membujuk Eun-Ho agar membantu Ji-Won di reuni (dahulu ia mengetahui Eun-Ho dan kejadian reuni ini ketika datang ke pemakaman Ji-Won).
Hari demi hari setelahnya, Ji-Won dan Ji-Hyeok semakin dekat. Ia juga menyatakan perasaannya pada wanita itu, bahwa ia sebenarnya baru menyadari perasaannya ketika hadir ke pemakaman Ji-Won, bahwa ia menyukai wanita itu dan menyesal bahwa selama hidupnya ia bersikap ragu-ragu, tidak mempunyai ambisi dalam hidup, tidak berbuat apa-apa terhadap wanita itu, dan bahwa hidup wanita itu sangat buruk selama ini (karena saat ke pemakaman, Ji-Hyeok mendengar kalau suaminya Ji-Won berselingkuh dengan sahabatnya, bahkan mereka berdua yang menyebabkan wanita itu meninggal). Ji-Won pun akhirnya berbagi rencananya kepada lelaki itu dan ia mendukungnya.
Hari demi hari berlalu. Untuk membuat dirinya lepas dari pacarnya, Min-Hwan, Ji-Won akan menjebak wanita lain agar berada di posisinya yaitu Su-Min. Namun ternyata sangat tidak mudah. Min-Hwan terobsesi menikah dengan Ji-Won, meskipun ia tidur dengan Su-Min. Menurutnya Ji-Won adalah sosok istri yang sempurna. Ia wanita yang pintar, pekerja keras, hemat, baik hati, sopan, dan penurut. Sedangkan Su-Min hanya bermodal kecantikan. Namun Ji-Won telah bertekad untuk membuat hidupnya kali ini lebih baik dengan kekuatannya sendiri.
Di sisi lain, Ji-Hyeok tidak tega melihat Ji-Won kesulitan meraih semua hal dengan tangannya sendiri. Ji-Hyeok mengatakan bahwa ia akan selalu ada untuk membantu wanita itu. Ia bahkan telah menawarkan privilege kepada wanita itu agar ia memanfaatkan dirinya. Seiring berjalannya waktu, Ji-Won menyadari kenyataan bahwa tidak cukup membuat Su-Min dekat dengan Min-Hwan. Karena Min-Hwan masih terobsesi pada dirinya. Ia juga membuat dirinya ditolak oleh kedua orangtua Min-Hwan. Karena beberapa kondisi, akhirnya Su-Min dan Min-Hwan menikah.
Namun ternyata belum cukup. Ji-Won mendapati rekan kerja yang dekat dengannya yaitu Yang Ju-Ran mengalami tragedinya dahulu yaitu mengidap kanker perut dan mengalami situasi bahwa suaminya berselingkuh. Ji-Won kembali tersadar bahwa situasinya dahulu tidak sepenuhnya terjadi kepada Su-Min. Hal ini terjadi karena perbedaan karakter Ji-Won dan Su-Min. Su-Min tidak akan membiarkan dirinya diperlakukan buruk oleh suami dan ibu mertuanya. Maka situasi mereka juga berbeda. Ditambah lagi ternyata ada tokoh baru yang terlibat, yaitu mantan tunangan Ji-Hyeok yang cemburu melihat kebahagiaan Ji-Hyeok dan Ji-Won. Terjadi perselisihan antara Ji-Hyeok dan Ji-Won karena kedatangan tiba-tiba wanita ini dan karena lelaki itu belum menceritakan tentang wanita itu kepada Ji-Won.
Namun itu tidak membuat Ji-Won lupa dengan tujuannya, dan sekarang dia berteman akrab dengan Hwi-Yeon, Eun-Ho, dan Ju-Ran. Hwi-Yeon yang diketahui merupakan adik tiri Ji-Hyeok juga tidak menyukai mantan tunangan tersebut karena wanita itu temperamen, bermuka dua, dan mempunyai sikap yang buruk terhadap semua wanita yang berada di dekat Ji-Hyeok.
Di sisi lain, Ji-Won harus menyelamatkan Ju-Ran dari tragedi yang menimpanya dahulu, agar tidak mati muda sepertinya. Ia, dibantu Ji-Hyeok dan Hwi-Yeon, mendampingi Ju-Ran menghadapi penyakitnya dan bercerai dari suaminya. Hingga Ju-Ran terbebas dari hal tersebut.
Hari demi hari berlalu, setelah menghadapi situasi bahwa mantan tunangannya mengincar nyawa wanitanya, Ji-Hyeok mencoba menghentikannya. Akibatnya ia mengalami kecelakaan. Di saat itu juga, Ji-Won mengetahui fakta bahwa dahulu Ji-Hyeok meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Ia mengetahui fakta itu lewat pengakuan Ji-Hyeok di pesan suara sebelum ia kecelakaan. Namun ternyata Ji-Hyeok masih selamat, meskipun sempat kritis beberapa waktu.
Setelah pulih, Ji-Hyeok dan Ji-Won mengetahui bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kerja sama antara Min-Hwan, Su-Min, dan mantan tunangan Ji-Hyeok. Mereka berdua lalu membuat rencana agar Min-Hwan dan Su-Min bertengkar karena Min-Hwan ketahuan bermesraan dengan wanita itu. Hal ini berhasil. Min-Hwan dan Su-Min pun berselisih hebat. Namun ternyata hasilnya di luar prediksi, Min-Hwan yang bernasib seperti Ji-Won dahulu. Ia terjatuh dan kepalanya menghantam meja kaca yang menyebabkan ia kehilangan banyak darah dan meninggal.
Akhirnya semua tragedi masa lalu Ji-Won dan Ji-Hyeok sempurna berpindah ke orang lain. Setelah itu mereka pun melanjutkan hidup, menikah dan mempunyai 3 orang putra. Kini mereka hidup bahagia bersama.
“Aku ingin menjadi tanah pijakan yang kokoh untukmu. Aku akan melindungimu. Karena itulah aku hidup kembali.”
Yu Ji-Hyeok
