Between Adab and Seeking Knowledge

Have you ever felt empty inside? Have you ever felt like nothing excites you anymore, like nothing matters, like nothing is worth living for? If you have, you are not alone. Many people struggle with feelings of emptiness and uncertainty, especially in this fast-paced and competitive world. I know I have. I used to feelLanjutkan membaca “Between Adab and Seeking Knowledge”

Self Dialogue (2)

Dear little me,Terima kasih telah bertahan. Terima kasih telah berusaha untuk menerima semua yang terjadi. Terima kasih untuk masih berharap dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Terima kasih karena telah menahan semuanya. Semua perhatian dan gejolak dalam dada yang ingin disalurkan tapi tidak disalurkan. Semua emosi dan kata-kata kasar yang hanya melintas dalam pikiran. SemuaLanjutkan membaca “Self Dialogue (2)”

Love and Lose

Ketika menonton K-drama The Forbidden Marriage, seketika terlintas pertanyaan di benakku. Lebih sedikit tidak menyakitkan yang mana, kehilangan seseorang yang dicintai karena dia memilih orang lain atau karena dia meninggal dunia? Aku tau perasaan itu. Kehilangan tidak memilih. Ia sama menyakitkannya untuk semua kehilangan yang didasari cinta. Untuk sekarang, aku lebih memilih kehilangan dia karenaLanjutkan membaca “Love and Lose”

My Dream-World

Katanya mimpi hanyalah bunga tidur. Namun, aku lebih sepakat dengan yang bilang bahwa mimpi adalah representasi alam bawah sadar. Faktanya mimpiku tidak pernah benar-benar berbeda dengan kenyataan. Jika aku pikir-pikir kembali, mimpiku adalah kumpulan dari angan-angan ku, kecemasanku, ketakutanku, juga pengetahuanku. Seperti mimpiku tadi malam dan malam-malam sebelumnya. Aku sedang bersama seseorang. Aku mencintainya danLanjutkan membaca “My Dream-World”

Sincerity and Warmhearted

I’m impressed yesterday. Aku terkesan pada perilaku seseorang. Mungkin itu adalah hal yang biasa dia lakukan, mungkin hal itu merupakan bagian dari dirinya, bahkan mungkin dia tidak sadar saat melakukannya. But, it touched and warmed my heart. Apa yang dia lakukan? Dia mengapresiasi pencapaian kecilku. Dia memuji ketika aku berhasil, tetap tersenyum ketika aku mengacaukanLanjutkan membaca “Sincerity and Warmhearted”

Longing (2)

Pernah gak sih kalian merindukan seseorang yang dahulu pernah begitu dekat dan kehadirannya masih berkesan hingga sekarang? Aku mengalami itu. Kemarin dirimu hadir di dalam bunga tidurku. Sosokmu yang tak pernah lagi kulihat dan kudengar kabarnya selama bertahun-tahun kembali hadir. Bayanganmu seolah nyata di hadapanku. Seketika emosi sedih dan menyesakkan hati menguasaiku. Aku tidak tauLanjutkan membaca “Longing (2)”

Beyond Human and Robot

One day, I wished that I was an AlexithymiaThere would be no emotions such as fear, disappointment, heart-broken, or grudgeI would only need to learn to do good thingsThere would be no fear of being rejected after making mistakesNo fear of being humiliated to get out of old habitsNo hesitation to help those who haveLanjutkan membaca “Beyond Human and Robot”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai