Sejenak aku teringatAda perasaan yang membuncah di dalam dadaAku bertanya-tanyaMengapa?Kuselami helai demi helai serabut pikiranDan aku menemukanmuSeolah teronggok tak berdayaMaafkan akuPadahal aku telah bertekad, kau akan menempati ruang yang paling luasSungguh maafkan aku
Arsip Kategori: Daily Story
In a Certain Distance
Someone filled my daysHe helped me heal my fearsFrom him, I learnedWith him, I told about anythingBeside him, I felt upset, downhearted,sorrowful, but ended up laughingBut like the sun and the earthAre created to be useful for a certain distance Too close can burnToo far can freeze
Optimis
Sejenak bayanganmu terlintasKehadiranmu mungkin tidak lama, namun sangat berbekasMembuatku ingin mengulang temu, lagi, dan lagiKau tau?Kau alasan aku percayaMeski sesaat akan bertemu kegelapan, teruslah memancarkan sinar bahagiaAgar ia kelak kekal di dalam hatimuMeski setelahnya kau harus berseteru dengan senduKau tidak perlu khawatirDengan warna warna itu, cahayamu menjadi sangat indahSeperti kala itu
Fragile
My tears flow like a riverWhen I see youWhen you worry about meHow could?Is this heart frail when converges its adorer?
Upset
A few times ago, someone filled my daysAt first, we met unexpectedlyDay by day, we frequently met at the same time and placeOne day, when I was there, I didn’t find youThe day after that, I found myself frequently going there just to meet youBut you never showed upSeveral days passed, my hope was lostLanjutkan membaca “Upset”
Khawatir
Waktu berlalu begitu cepatMasa sekarang pun akan berlaluSejenak aku tertegun memandangmuSekali lagi memandangmu, kemudian memandangnyaAngan-angan ku membawaku terbang ke masa depanDalam anganku terbersit impian yang sempurnaJiwaku sangat menginginkannyaLalu seakan terhisap oleh lorong waktuDalam hatiku aku sangat khawatir apa yang di depanku akan terjadi
Senja
Di suatu senja terhebatMataku memandangmu lekatPikiranku berusaha menggenggam mu eratMenatap pada nun jauh di belakangmuSejenak aku terdiam, dirimu adalah dirimuAku seolah melupakan banyak hal disaat mengagumimuNamun sekarang aku siapKurasa aku tak perlu cemas lagiKini la remuk di genggamanku
Need To Move On
I thought I had forgotten youBut it still felt stifling when I heard a story about youI didn’t think I fell for a deep feeling at that timeIt still remains in my heart todayEven though for now, I have forgotten our encounterMy heart seems reluctant and keeps remembering your figureI think I have forgotten ourLanjutkan membaca “Need To Move On”
Kecamuk Pikiran
Tubuhku lelahTapi otakku seakan enggan untuk beristirahatDuhaiSungguh akulah yang paling menginginkan hal ituBerhentiBerhenti menggaungkan hal itu berulang kaliAkan aku hadapiAkan aku hampiriHingga ia pergi
Rindu
Sebenarnya aku dekatNamun seperti ada tabir tak kasat mata menggenggamkuMenghalangi jari ini untuk menghubungimuSebenarnya aku rinduMenebak-nebak emosi yang kau sembunyikan di matamuSeolah kedamaian akan senantiasa menghampiriAda apa, Aku?Semua perhatianku tiba-tiba saja tertuju padamuSemua anganku dipenuhi oleh sosokmuBahkan kau menjadi impianku yang seakan mustahil untuk terpenuhi
