Katanya mimpi hanyalah bunga tidur. Namun, aku lebih sepakat dengan yang bilang bahwa mimpi adalah representasi alam bawah sadar. Faktanya mimpiku tidak pernah benar-benar berbeda dengan kenyataan. Jika aku pikir-pikir kembali, mimpiku adalah kumpulan dari angan-angan ku, kecemasanku, ketakutanku, juga pengetahuanku. Seperti mimpiku tadi malam dan malam-malam sebelumnya. Aku sedang bersama seseorang. Aku mencintainya danLanjutkan membaca “My Dream-World”
Arsip Penulis:Afifah Zuliansyah
Sincerity and Warmhearted
I’m impressed yesterday. Aku terkesan pada perilaku seseorang. Mungkin itu adalah hal yang biasa dia lakukan, mungkin hal itu merupakan bagian dari dirinya, bahkan mungkin dia tidak sadar saat melakukannya. But, it touched and warmed my heart. Apa yang dia lakukan? Dia mengapresiasi pencapaian kecilku. Dia memuji ketika aku berhasil, tetap tersenyum ketika aku mengacaukanLanjutkan membaca “Sincerity and Warmhearted”
Self Dialogue (1)
Dear little me, terima kasih telah bertahan…
Longing (2)
Pernah gak sih kalian merindukan seseorang yang dahulu pernah begitu dekat dan kehadirannya masih berkesan hingga sekarang? Aku mengalami itu. Kemarin dirimu hadir di dalam bunga tidurku. Sosokmu yang tak pernah lagi kulihat dan kudengar kabarnya selama bertahun-tahun kembali hadir. Bayanganmu seolah nyata di hadapanku. Seketika emosi sedih dan menyesakkan hati menguasaiku. Aku tidak tauLanjutkan membaca “Longing (2)”
Beyond Human and Robot
One day, I wished that I was an AlexithymiaThere would be no emotions such as fear, disappointment, heart-broken, or grudgeI would only need to learn to do good thingsThere would be no fear of being rejected after making mistakesNo fear of being humiliated to get out of old habitsNo hesitation to help those who haveLanjutkan membaca “Beyond Human and Robot”
Satire to Society (1)
“Apa kabar siswa yang dulunya juara kelas? Pada jadi apa sekarang?” Aku. Aku disini. Aku tertawa saat mendengar video yang mengandung kalimat tersebut atau semacamnya. Aku tidak tersinggung. Oh, ada yah orang yang peduli dengan hal itu. Bagaimana mungkin, aku saja melihat hidupku penuh anugerah. Ternyata dahulu aku bisa meraih semua itu. Namun jangan sangkaLanjutkan membaca “Satire to Society (1)”
Accepting Past
Malam ini aku teringat akan suatu hal. Saat berbincang denganmu kali terakhir. Aku tak lagi merasakan hal yang sama seperti dulu. Aku tak lagi menunggu sapaanmu. Aku tak lagi menunggu momen ketika aku dapat berbincang denganmu. Bahkan aku bisa merasa jengkel dengan kata-katamu. Ada apa denganku? Apakah diriku tak lagi menganggapmu penting? Tapi tak mengapa,Lanjutkan membaca “Accepting Past”
Hating Behaviour
Sebelum tidur, aku teringat kejadian kemarin. Aku tidak suka melihat seseorang memasak. Ia memasak dalam porsi yang besar, dua panci ukuran sedang yang biasa ditemukan di rumah rumah, padahal hanya untuk dirinya sendiri. Meskipun akhirnya kami bertiga-aku dan dua temanku intervensi ia ketika memasak dan ikut menyantap masakannya. Aku tidak suka melihat cara ia memasak.Lanjutkan membaca “Hating Behaviour”
Writing Encouragement
Kata seseorang, jika ingin menjadi penulis, maka rutinkan menulis seribu kata setiap hari selama 180 hari. Niscaya esok hari akan kau temukan tulisanmu akan sebanding hebatnya dengan penulis yang hari ini bukunya kau baca atau idolakan.
Drama Arthdal Chronicles
Arthdal Chronicles merupakan drama bergenre fantasi dongeng, bercerita tentang daerah yang bernama Arthdal dan bagaimana kehidupan di sana.
