Dear little me,
Terima kasih telah bertahan. Terima kasih telah berusaha untuk menerima semua yang terjadi. Terima kasih untuk masih berharap dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Terima kasih karena telah menahan semuanya. Semua perhatian dan gejolak dalam dada yang ingin disalurkan tapi tidak disalurkan. Semua emosi dan kata-kata kasar yang hanya melintas dalam pikiran. Semua keluhan akan kejenuhan kepada kehidupan yang hanya dituliskan dalam lembaran. Semua sakit hati dan kekecewaan yang tak sampai hati diutarakan. Terima kasih, dan maaf. Maafkan aku yang tidak selalu mengirimkan pelukan ketika kamu menahan diri. Maafkan dunia yang kadang terlalu kejam untuk kamu pahami, atau terlalu meremehkan emosi manusia. Semoga kamu tetap tidak menyerah untuk berusaha menjadi baik. Ingat, Tuhan tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian, meski secara kasat mata kamu sedang sendirian.
