To Remain

Ada nama yang lama tak diucap, tapi tak pernah benar-benar hilang dari kepala.Ia tinggal di sela-sela doa yang tak bersuara.Di pagi yang terasa kosong meski matahari menyapa. Ada wajah yang samar dalam ingatan, tapi jelas dalam perasaan.Tak kuingat nadanya, tapi rindunya menetap. Tak kuingat genggamannya, tapi bayangnya tak pernah lenyap. Kadang kita terlalu sibuk untukLanjutkan membaca “To Remain”

Longing (3)

Kegelapan menyelimutiMemelukku dan membawaku pergiMenembus ruang dan waktuMenyusuri kembali kepingan cetak biruAku melihat sesosok yang riangSeolah hari esok akan selalu lapangAtmosfer ini terlalu nyataApakah aku kembali?Bisakah aku menyentuhmu sekali lagi?Bahana intensi riuh rendahAlunan kehangatan melewahDetik dan menit bersuka cita memintal asaJantung hati pun luruh merembahCahaya kembali menyelimutiKali ini, membawa pergi duka hati

Rindu

Sebenarnya aku dekatNamun seperti ada tabir tak kasat mata menggenggamkuMenghalangi jari ini untuk menghubungimuSebenarnya aku rinduMenebak-nebak emosi yang kau sembunyikan di matamuSeolah kedamaian akan senantiasa menghampiriAda apa, Aku?Semua perhatianku tiba-tiba saja tertuju padamuSemua anganku dipenuhi oleh sosokmuBahkan kau menjadi impianku yang seakan mustahil untuk terpenuhi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai