Love in Silence (1)

Di dalam hatiku terukir kenanganAkanmu, sosok yang tiba-tiba saja terlihat berbedaSorot matamu waktu ituSeperti bintang yang bersinar di kegelapan malamSepagi ini aku kembali teringat padamuDalam diam, aku memperhatikan setiap gerakmuDalam matamu, aku menemukan kedamaianMeski tak pernah kuungkapkan lewat lisanAku berharap kau bahagiaMeski tak pernah kau tahu atau kau dengarNamun, dalam setiap detik yang berlaluAku berharapLanjutkan membaca “Love in Silence (1)”

Fall in Love

Sesiang ini aku telah sibukMenebak emosi di sorotan matamuApakah kau memang sedamai itu?Detik demi detik berlaluPepatah lama itu benarSorotan mata menyimpan sejuta emosiKau tak perlu mengatakannyaPercikan itu jelas terpancarMemanglah mata lebih jujur dari pada lisanKini anganku terbang melintasi awanSungguh, aku tidak masalahAku menerimanya, apapun

Love and Lose

Ketika menonton K-drama The Forbidden Marriage, seketika terlintas pertanyaan di benakku. Lebih sedikit tidak menyakitkan yang mana, kehilangan seseorang yang dicintai karena dia memilih orang lain atau karena dia meninggal dunia? Aku tau perasaan itu. Kehilangan tidak memilih. Ia sama menyakitkannya untuk semua kehilangan yang didasari cinta. Untuk sekarang, aku lebih memilih kehilangan dia karenaLanjutkan membaca “Love and Lose”

Accepting Past

Malam ini aku teringat akan suatu hal. Saat berbincang denganmu kali terakhir. Aku tak lagi merasakan hal yang sama seperti dulu. Aku tak lagi menunggu sapaanmu. Aku tak lagi menunggu momen ketika aku dapat berbincang denganmu. Bahkan aku bisa merasa jengkel dengan kata-katamu. Ada apa denganku? Apakah diriku tak lagi menganggapmu penting? Tapi tak mengapa,Lanjutkan membaca “Accepting Past”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai