Memori Lama (2)

Di sudut ruangan, di atas dipan, seorang anak manusia duduk termangu. Hatinya gelisah, komat kamit memohon kepada Yang Kuasa. Pandangannya tak lepas dari ponsel di tangannya. Tak terasa sebutir kristal bening jatuh di sudut matanya. Beberapa saat yang lalu ia baik baik saja. Baru kembali dari hangout bersama teman teman. Lalu kabar itu datang, bagaiLanjutkan membaca “Memori Lama (2)”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai