Pulang-Pergi

“Kau memang suka membaca, Thomas?”
“Aku seorang konsultan, kawan. Yeah, aku harus mengupdate kepalaku dengan banyak informasi baru tentang dunia keuangan terkini.”
“Apa hubungan keuangan dengan buku tips menanam tomat?”
“Tidak ada. Tapi itu mungkin berguna suatu saat nanti. Misalnya, jika klienku adalah pemilik perkebunan tomat terbesar di dunia. Dia akan terkesan dengan pengetahuanku tentang tomat.”

Memori Lama (1)

Di suatu siang, saat panas sedang mencapai terik teriknya, beberapa anak manusia sedang berkumpul di sebuah bangunan berdinding kokoh. Kelak, siapa sangka dinding yang kokoh itu menjadi saksi rapuhnya hati seorang wanita yang tengah bersandar di salah satu sisinya. Di tempat Ia duduk, Ia dapat melihat dengan jelas 2 wanita sedang bercengkrama, bercanda. Juga di sudut sana seorang lelaki tengah sibuk dengan game di smartphone nya. Awalnya atmosfer kebahagiaan begitu kuat terasa, hingga sesuatu terjadi seolah seperti streaming, tak bisa dicegah.

Selena dan Nebula

“Namaku Selena. Aku lahir di Distrik Sabit Enam, dua ratus kilometer utara Kota Tishri, Klan Bulan. Itu kawasan yang kumuh, padat, dan tertinggal. Di masa kecil, aku kerap menjadi target perundungan anak-anak di Distrik Sabit Enam karena tubuhku kecil, kurus, kulitku gelap, dan rambutku keriting. Setiap kali aku habis diolok-olok, ayah dan ibuku selalu membesarkan hatiku. Mereka mengatakan: “Kamu memang tidak pandai menghilang atau menguasai teknik Klan Bulan lainnya, tapi matamu setajam elang Pegunungan Berkabut. Ingatanmu sekuat gurat air di Sungai Sungai Jauh. Kamu punya bakat yang hebat”. Namun pada usia lima belas tahun, aku sempurna menjadi yatim piatu. Kelak di masa depan aku adalah Pengintai yang hebat, bertualang bersama dua sahabat terbaik di dunia, dan menjelajahi portal dunia paralel.”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai