Ini ulasan reflektif, bukan spoiler, mengenai sebuah drama korea yang berlatar perusahaan teknologi AI yang sangat canggih. Ini juga drama tentang kehidupan bahwa setiap manusia bisa menjadi apa saja, asalkan ada mentor yang tepat dan kemauan yang kuat dari dalam diri.
Arsip Tag:#cuapkitaa
Love in Silence (2)
Some people arrive like seasons
Not all at once
But by the time you notice
You’ve already changed your clothes
Keeping something warm near your chest
Without knowing why
To Remain
Ada nama yang lama tak diucap, tapi tak pernah benar-benar hilang dari kepala.Ia tinggal di sela-sela doa yang tak bersuara.Di pagi yang terasa kosong meski matahari menyapa. Ada wajah yang samar dalam ingatan, tapi jelas dalam perasaan.Tak kuingat nadanya, tapi rindunya menetap. Tak kuingat genggamannya, tapi bayangnya tak pernah lenyap. Kadang kita terlalu sibuk untukLanjutkan membaca “To Remain”
Surat Untuk Jenaka
Pernah gak kamu ingin melarikan diri sejenak dari dunia nyata? Nah, ini adalah salah satu pilihanku yang bisa bikin lupa sejenak dengan dunia nyata, yaitu buku yang berjudul “Surat untuk Jenaka”. Novel ini membawaku berkelana ke masa lalu, ke masa Hindia Belanda, dengan cara yang seru. Meski cerita tentang kembali ke masa lalu udah seringLanjutkan membaca “Surat Untuk Jenaka”
Drama Strong Girl Nam-Soon
Ini adalah insight dari Kdrama Strong Girl Nam-Soon. Aku berhenti sejenak di Episode 12 dan mulai memikirkan, apakah Ryu Shi-O benar-benar mencintai Hillary? Bagaimana bisa? Apa yang dia pikirkan?
Longing (3)
Kegelapan menyelimutiMemelukku dan membawaku pergiMenembus ruang dan waktuMenyusuri kembali kepingan cetak biruAku melihat sesosok yang riangSeolah hari esok akan selalu lapangAtmosfer ini terlalu nyataApakah aku kembali?Bisakah aku menyentuhmu sekali lagi?Bahana intensi riuh rendahAlunan kehangatan melewahDetik dan menit bersuka cita memintal asaJantung hati pun luruh merembahCahaya kembali menyelimutiKali ini, membawa pergi duka hati
Love in Silence (1)
Di dalam hatiku terukir kenanganAkanmu, sosok yang tiba-tiba saja terlihat berbedaSorot matamu waktu ituSeperti bintang yang bersinar di kegelapan malamSepagi ini aku kembali teringat padamuDalam diam, aku memperhatikan setiap gerakmuDalam matamu, aku menemukan kedamaianMeski tak pernah kuungkapkan lewat lisanAku berharap kau bahagiaMeski tak pernah kau tahu atau kau dengarNamun, dalam setiap detik yang berlaluAku berharapLanjutkan membaca “Love in Silence (1)”
Fall in Love
Sesiang ini aku telah sibukMenebak emosi di sorotan matamuApakah kau memang sedamai itu?Detik demi detik berlaluPepatah lama itu benarSorotan mata menyimpan sejuta emosiKau tak perlu mengatakannyaPercikan itu jelas terpancarMemanglah mata lebih jujur dari pada lisanKini anganku terbang melintasi awanSungguh, aku tidak masalahAku menerimanya, apapun
Kembali kepada Cahaya
Kurasa hampa menghampiriMemelukku erat hingga tak bisa melepaskan diriMenyesakkan hingga air mata membanjiri tanpa hentiAku ingin kembali kepada cahayaSaat hati terbebas dari gundah gulanaBerpikir jernih laksana telagaSesegar udara ketika fajar tibaSemesta, tolongAku ingin kembali
Guilty
I feel guilty about my lifeEmptiness, loneliness, dispiritednessGet the wind upAbout everythingToo scared to walkEven just a small stepToo eerie to face what’s invisible on the other endBut I should
