Memori Lama (1)

Di suatu siang, saat panas sedang mencapai terik teriknya, beberapa anak manusia sedang berkumpul di sebuah bangunan berdinding kokoh. Kelak, siapa sangka dinding yang kokoh itu menjadi saksi rapuhnya hati seorang wanita yang tengah bersandar di salah satu sisinya. Di tempat Ia duduk, Ia dapat melihat dengan jelas 2 wanita sedang bercengkrama, bercanda. Juga di sudut sana seorang lelaki tengah sibuk dengan game di smartphone nya. Awalnya atmosfer kebahagiaan begitu kuat terasa, hingga sesuatu terjadi seolah seperti streaming, tak bisa dicegah.

2 wanita yang sedang bercengkrama, sebut saja mereka R dan U, pembahasan mereka tiba di Ronaldowati.
R: siapa namanya Ronaldowati tuh, dulu rambutnya lucu
U: Meriam Belina (jawabnya becanda)
R: haaa iya ituuu
U: hahahaha kok percaya sih (katanya sambil terbahak bahak)
R: hilih tipu tipu (sambil mencubit lengan U)
Awalnya U masih terbahak bahak menertawakan kejailannya. Namun lengannya lama kelamaan semakin perih. R sedari tadi tidak melepaskan pinch nya, disertai dengan perubahan air muka emosi negatif. Wanita yang tengah bersandar sempat melerai tangan mereka. Namun R kembali mengulang aksinya dengan air muka mengeras. Sementara U berteriak kesakitan hingga Ia akhirnya menangis.

Bagi wanita yang tengah bersandar, itu seperti dejavu. R bertindak seperti apa yang telah dialaminya dan diterimanya sekitar 10 tahun yang lalu. Sempurna terulang, namun situasinya berbeda. Dari tempat duduknya, wanita yang bersandar hanya terdiam mematung, semua kilasan mimpi buruk itu kembali terulang tanpa bisa Ia cegah. Dan Ia cukup lama terdiam mematung. Bahkan hingga R beranjak pergi meninggalkan U yang tengah terisak menangis.

Drama Memorist

  • Drama: Memorist
  • Revised romanization: Memorist
  • Hangul: 메모리스트
  • Director: Kim Whee, So Jae-Hyun
  • Writer: Jae Hoo (webcomic), Ahn Do-Ha, Hwang Ha-Na
  • Network: tvN
  • Episodes: 16
  • Release Date: March 11 – April 30, 2020
  • Runtime: Wed. & Thu. 22:50
  • Genre: Thriller / Mystery
  • Language: Korean
  • Country: South Korea
  • Main Actor: Yoo Seung-Ho, Lee Se-Young, Jo Sung-Ha

“Ingatan manusia tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk bisa menegakkan keadilan di dunia, lalu apa yang bisa kita lakukan?”

Synopsis:
Drama ini menceritakan tentang seseorang yang bernama Dong-Baek yang memiliki kekuatan supranatural. Ia secara tiba-tiba mendapatkan kekuatan supranatural tersebut ketika duduk di bangku SMA. Setiap kali menyentuh seseorang Ia bisa membaca ingatan orang tersebut. Saat ini Ia bekerja sebagai detektif di Kepolisian Metropolitan Seoul karena Ia merupakan sosok yang pintar dan pandai bertarung. Di kepolisian juga ada seseorang yang bernama Han Seon-Mi, Ia merupakan seorang profiler jenius dan anggota kepolisian termuda yang menjabat sebagai pengawas kepolisian. Ia bermarkas di ruang informasi khusus, bersama para hacker dan staf komunikasi. Suatu hari, Ia ditugaskan untuk menangani kasus pembunuhan berantai yang sangat misterius. Namun situasi mengharuskan Ia bekerja sama dengan detektif Dong-Baek, bagaimana mereka menangkap pembunuh misterius tersebut yang konon juga memiliki kemampuan supranatural?

“Apakah aku hanya akan diterima dan dipandang baik oleh masyarakat ketika aku menghilang dari dunia?”

Drama ini highly recommended bagi penyuka misteri namun dengan sedikit fiksi. Penonton disuguhkan ketegangan dan ikut menebak-nebak siapa pelakunya, apa yang menyebabkan Ia berlaku demikian, dan bagaimana akibatnya. Drama ini menampilkan banyak sekali tokoh, yang mungkin di awal menimbulkan kebingungan. Namun disana lah seni mengingat nama, wajah, dan hubungannya dengan apa yang terjadi. Kisah Dong-Baek juga mengajarkan arti persahabatan, mempercayai rekan kerja, menahan emosi dan berpikir cerdas, hingga membalas keburukan tidak dengan keburukan. Kadang kita tidak bisa mengontrol apa yang menjadi input informasi, namun kita bisa mengontrol output apa yang akan dihasilkan. Tentang penerimaan diri dan tidak lari. Tentang mengikuti intuisi. Sungguh dunia penuh misteri. Ya, semua drama pasti juga mempunyai banyak kekurangan: dramatisir, kemampuan supranatural yang tidak mungkin terjadi, adegan tembak menembak, balas dendam, dan lain sebagainya. Tertarik untuk menonton?

Selena dan Nebula

Judul: Selena & Nebula
Author: Tere Liye
Co-Author: Diena Yashinta
Jumlah Halaman: 368 (Selena) & 376 (Nebula)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020

“Namaku Selena. Aku lahir di Distrik Sabit Enam, dua ratus kilometer utara Kota Tishri, Klan Bulan. Itu kawasan yang kumuh, padat, dan tertinggal. Di masa kecil, aku kerap menjadi target perundungan anak-anak di Distrik Sabit Enam karena tubuhku kecil, kurus, kulitku gelap, dan rambutku keriting. Setiap kali aku habis diolok-olok, ayah dan ibuku selalu membesarkan hatiku. Mereka mengatakan: “Kamu memang tidak pandai menghilang atau menguasai teknik Klan Bulan lainnya, tapi matamu setajam elang Pegunungan Berkabut. Ingatanmu sekuat gurat air di Sungai Sungai Jauh. Kamu punya bakat yang hebat”. Namun pada usia lima belas tahun, aku sempurna menjadi yatim piatu. Kelak di masa depan aku adalah Pengintai yang hebat, bertualang bersama dua sahabat terbaik di dunia, dan menjelajahi portal dunia paralel.”

Buku ini sangat direkomendasikan bagi penyuka fantasi dan science fiction. Secara fisik, dari segi cover masih mirip dengan serial Bumi lainnya. Yang berbeda ialah jika serial sebelumnya diperuntukkan untuk usia remaja 13 tahun ke atas, di buku Selena dan Nebula ini diperuntukkan untuk usia 15 tahun ke atas. Satu hal yang mesti diperhatikan sebelum membaca buku ini ialah keterkaitan kisah antara kedua buku ini. Sebelum membaca Nebula, ada baiknya membaca Selena terlebih dahulu. Seperti yang tercermin dalam judulnya, Buku Selena menceritakan kisah hidup Miss Selena, tentang Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, tentang persahabatan tiga mahasiswa, dan tak lupa misteri kedua orang tua Raib, yang berlatarkan Klan Bulan. Buku Nebula masih melanjutkan kisah yang sama dengan Selena, namun berlatarkan tempat yang disebut Nebula. Layaknya buku Tere Liye yang lain, dalam buku ini bahasa yang digunakan ringan, luwes dengan pilihan kata yang apik. Gaya bercerita dalam buku ini menggunakan uraian deskripsi yang sangat detail hingga seolah pembaca membaca buku seperti menonton film. Pembaca dibawa bertualang ke dunia paralel dan dapat merasakan dengan jelas setiap emosi tokoh utama seperti berdebar-debar, harap, cemas, berambisi, jatuh cinta maupun sakit hati. Namun dibalik semua perasaan itu, pembaca juga bisa memahami dari mana semua emosi itu muncul dan memahami sebab akibat dari perbuatan tokoh, seperti memahami bagaimana sikap seorang pelajar yang baik sekaligus sahabat yang baik, mengapa Selena begitu berambisi, mengapa Tazk begitu perfeksionis, mengapa Ox selalu memarahi mereka, dll. Kekurangan dalam buku ini yakni penjelasan atas deskripsi suasana yang mendetail kadang bisa menjadi hal yang membosankan, contohnya deskripsi saat mereka bertarung. Pembaca cukup mengetahui dengan detail satu atau dua kali suasana saat sesi bertarung di Kotak Hitam. Selain itu ada penjelasan di buku Nebula yang sudah dijelaskan di buku Selena, hingga sifatnya seperti pengulangan informasi. Overall, buku ini sangat seru dan worth it untuk dibaca. Satu hal lagi, di bagian akhir kedua buku, kisahnya selalu dihubungkan dengan masa kini yakni masanya Raib, Seli, dan Ali. Tertarik? Cusss baca:)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai