Title: Strong Girl Nam-Soon (English title) / Strong Woman Kang Nam-Soon (literal title)
Revised romanization: Himssenyeoja Kangnamsoon
Hangul: 힘쎈여자 강남순
Director: Kim Jung-Sik
Writer: Baek Mi-Kyeong
Network: JTBC
Episodes: 16
Release Date: October 7 – November 26, 2023
Runtime: Saturday & Sunday 22:30
Main Actors: Lee Yoo-Mi, Kim Jung-Eun, Ong Seung-Wu, Byeon Woo-Seok
Country: South Korea
Aku berhenti sejenak di Episode 12 dan mulai memikirkan, apakah Ryu Shi-O benar-benar mencintai Hillary Khan? Apa yang membuatnya merasa ingin mempercayai wanita itu? Aku teringat bagaimana awalnya Shi-O hanya ingin menjadikan Hillary sebagai tangan kanannya, tetapi kemudian mengajaknya berkencan. Ada juga momen ketika Shi-O memperbolehkan Hillary memanggilnya dengan nama saja, sesuatu yang bahkan tidak berani dilakukan oleh para bawahannya. Apa yang membuat Shi-O jatuh cinta pada Hillary? Di awal cerita, dia bahkan mengatakan bahwa sekalipun kepala mafia memiliki sisi sendu ketika mengingat ibunya, Shi-O tidak memiliki orang terkasih seperti itu karena dia yatim piatu sejak kecil. Lalu, apa yang membuatnya bisa mencintai wanita itu? Mungkinkah karena Hillary memiliki sesuatu yang selaras dengan ambisi Shi-O? Karakter Hillary yang kuat, tidak takut apa pun, dan dapat diandalkan mungkin adalah kualitas yang diidamkan oleh Shi-O. Apakah pada akhirnya, manusia memang mencintai seseorang yang mewujudkan apa yang selama ini mereka cari atau rindukan?
Aku mengerti perasaan itu. Dan untuk pertama kalinya, aku merasa simpati terhadap karakter antagonis. Karakter itu adalah Ryu Shi-O. Kurasa, aku akan terus bersimpati padanya sampai akhir cerita. Aku yakin, di Episode selanjutnya, dia akan benar-benar berada di puncak kemarahan saat mengetahui bahwa Hillary adalah mata-mata musuhnya. Dia pasti akan merasa sangat dikhianati—dan dikhianati oleh orang yang dia percayai sepenuhnya, cinta pertamanya. Aku tidak bisa membayangkan betapa pedihnya hati Shi-O saat mengetahui kebenaran itu. Bahkan, aku takkan terkejut jika dia mulai bersikap kejam terhadap orang-orang terdekat Hillary. Toh, dia adalah antagonis. Dan kepada siapa lagi dia akan melampiaskan sakit hatinya kalau bukan kepada mereka yang dekat dengan Hillary? Dia tahu, dia tidak akan mampu menghadapi Hillary sendirian. Apalagi, wanita itu sangat tangguh secara fisik—hal yang awalnya membuat Shi-O tertarik padanya. Lain cerita kalau dia adalah protagonis. Dia tidak akan berlaku kejam kepada orang lain.
Bagi sebagian orang, menahan amarah dalam kesunyian atau meredamnya dalam diri sendiri adalah cara paling kejam untuk mengatasi rasa kecewa.
