To Remain

Ada nama yang lama tak diucap, tapi tak pernah benar-benar hilang dari kepala.Ia tinggal di sela-sela doa yang tak bersuara.Di pagi yang terasa kosong meski matahari menyapa. Ada wajah yang samar dalam ingatan, tapi jelas dalam perasaan.Tak kuingat nadanya, tapi rindunya menetap. Tak kuingat genggamannya, tapi bayangnya tak pernah lenyap. Kadang kita terlalu sibuk untukLanjutkan membaca “To Remain”

Longing (3)

Kegelapan menyelimutiMemelukku dan membawaku pergiMenembus ruang dan waktuMenyusuri kembali kepingan cetak biruAku melihat sesosok yang riangSeolah hari esok akan selalu lapangAtmosfer ini terlalu nyataApakah aku kembali?Bisakah aku menyentuhmu sekali lagi?Bahana intensi riuh rendahAlunan kehangatan melewahDetik dan menit bersuka cita memintal asaJantung hati pun luruh merembahCahaya kembali menyelimutiKali ini, membawa pergi duka hati

Love in Silence (1)

Di dalam hatiku terukir kenanganAkanmu, sosok yang tiba-tiba saja terlihat berbedaSorot matamu waktu ituSeperti bintang yang bersinar di kegelapan malamSepagi ini aku kembali teringat padamuDalam diam, aku memperhatikan setiap gerakmuDalam matamu, aku menemukan kedamaianMeski tak pernah kuungkapkan lewat lisanAku berharap kau bahagiaMeski tak pernah kau tahu atau kau dengarNamun, dalam setiap detik yang berlaluAku berharapLanjutkan membaca “Love in Silence (1)”

Fall in Love

Sesiang ini aku telah sibukMenebak emosi di sorotan matamuApakah kau memang sedamai itu?Detik demi detik berlaluPepatah lama itu benarSorotan mata menyimpan sejuta emosiKau tak perlu mengatakannyaPercikan itu jelas terpancarMemanglah mata lebih jujur dari pada lisanKini anganku terbang melintasi awanSungguh, aku tidak masalahAku menerimanya, apapun

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai