Drama Unlock My Boss

Title: Unlock My Boss
Revised romanization: Sajangnimeul Jamgeumhaeje
Hangul: 사장님을 잠금해제
Director: Lee Chul-Ha
Writer: Park Sung-Hyun (webcomic), Kim Hyeong-Min
Network: ENA, Prime Video
Episodes: 12
Release Date: December 7, 2022 – January 12, 2023
Runtime: Wed. & Thur. 21:00
Language: Korean
Country: South Korea
Main Actor: Chae Jong-Hyeop, Seo Eun-Su, Park Sung-Wung

Aku tidak menyangka akan jatuh pada cerita tentang seorang CEO yang masuk ke dalam ponsel, setidaknya begitulah sinopsisnya. Aneh, kan? Tapi mungkin memang begitulah hidup kadang terasa: absurd, tiba-tiba, dan kadang tidak selalu sejalan dengan logika. Series ini bukan sekadar kisah fantasi teknologi. Ia adalah kisah tentang seseorang yang masih ingin hidup, bahkan jika itu terasa sulit. Tentang seorang pengangguran yang cuma ingin diterima oleh dunia, oleh orangtuanya, dan mungkin, oleh dirinya sendiri. Tentang mereka yang tetap bertahan, meski tidak ada jaminan apa pun di akhir cerita.

In-Seong, tokoh utamanya, merupakan representasi kebanyakan manusia, medioker. Tapi justru itu yang membuatnya mudah relate dengan kehidupan kita. Dia gagal, bingung, takut, dan seringkali tidak tahu harus bagaimana. Tapi ia mencoba. Berkali-kali. Dan dari usahanya yang canggung itu, kita bisa belajar bahwa menjadi manusia yang baik bukan soal tahu segalanya, atau yang paling beruntung, tapi soal tetap bertahan dan berjuang meski tidak punya apa-apa.

Dari semua hal, satu pelajaran paling membekas buatku adalah ini:
siapa pun bisa jadi sesuatu, kalau punya kemauan yang kuat dan mentor yang tepat.

In-Seong bukan siapa-siapa. Bukan anak konglomerat. Bukan lulusan sekolah bisnis. Bukan orang yang pernah atau tahu caranya memimpin perusahaan, apalagi sekelas perusahaan teknologi ternama. Tapi ia punya kemauan untuk belajar dan keinginan untuk bertahan hidup, bahkan ketika dunia terasa tidak pernah memberinya ruang.

Di sisi lain, Seon-Ju sang CEO yang menghilang, lalu ngaku kalau jiwanya terperangkap di smartphone, mau menjadi mentornya. Awalnya, In-Seong sangat bergantung pada arahan dan saran Seon-Ju, secara dia yang bukan siapa-siapa ini langsung meroket menjabat jabatan tertinggi di perusahaan besar. Tapi lambat laun, dia mulai gigih belajar. Tentang keuangan, risiko, kepemimpinan. Tentang tanggung jawab dan pengaruh. Tentang bagaimana rasanya berdiri di tengah ruangan, selalu diperhatikan gerak gerik dan responnya oleh orang-orang yang meragukanmu, dan tetap memilih untuk berdiri.

Dan ketika akhirnya dia bisa mengambil keputusan sendiri, bahkan yang tidak sejalan dengan mentornya, di situ muncul pikiran: dia sudah jadi seseorang, aku ingin seperti dia. Bukan karena titipan, tapi karena pilihan. Bukan karena warisan, tapi karena perjalanan.

Bahkan ketika dia jatuh—dipecat secara tidak adil dalam rapat pemegang saham, yang datang membelanya bukan mentor atau kekuatan dari luar. Tapi orang-orang yang ia pimpin. Orang-orang yang menyaksikan bagaimana ia tumbuh. Mereka yang percaya, karena pernah merasakan kebaikannya secara langsung. Dan mungkin ini makna terdalam dari kepemimpinan. Bukan soal jabatan. Tapi tentang kepercayaan. Tentang bagaimana kita memilih untuk hadir dan bersikap semampunya, meski awalnya tak tahu harus mulai dari mana.

Dan mungkin, di tengah segala absurditas yang ditampilkan, series ini mengajak kita percaya satu hal penting: bahwa siapa pun bisa berubah dan bertumbuh.
Asal ada yang percaya, dan bersedia mencoba.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai