To Remain

Ada nama yang lama tak diucap, tapi tak pernah benar-benar hilang dari kepala.
Ia tinggal di sela-sela doa yang tak bersuara.
Di pagi yang terasa kosong meski matahari menyapa.

Ada wajah yang samar dalam ingatan, tapi jelas dalam perasaan.
Tak kuingat nadanya, tapi rindunya menetap.
Tak kuingat genggamannya, tapi bayangnya tak pernah lenyap.

Kadang kita terlalu sibuk untuk melupakan.
Seolah kenangan adalah beban yang harus dibuang.
Padahal, ada cinta yang justru tak pernah berhenti tumbuh dalam diam.

Dan hari ini, seperti hari-hari lainnya.
Aku biarkan angin membawa satu nama yang tak disebut, tapi tak pernah benar-benar pergi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai