Sorry

Sejenak aku teringat
Ada perasaan yang membuncah di dalam dada
Aku bertanya-tanya
Mengapa?
Kuselami helai demi helai serabut pikiran
Dan aku menemukanmu
Seolah teronggok tak berdaya
Maafkan aku
Padahal aku telah bertekad, kau akan menempati ruang yang paling luas
Sungguh maafkan aku

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai