Title: The Good Bad Mother (English title) / Bad Mother (literal title)
Revised Romanization: Nabbeun eomma
Hangeul: 나쁜엄마
Director: Sim Na-Yeon
Writer: Bae Se-Young
Network: JTBC
Episodes: 14
Release Date: April 26 – June 8, 2023
Runtime: Wed. & Thur. 22:30
Language: Korean
Country: South Korea
Main Actors: Ra Mi-Ran, Lee Do-Hyun, Ahn Eun-Jin
“Kata kebetulan digunakan oleh orang yang pertama kali kita temui. Sementara takdir digunakan untuk orang yang bersama kita sampai akhir.”
Drama ini menceritakan tentang keseharian dan hubungan antara seorang ibu dan anak laki-lakinya. Jin Young-Soon adalah seorang ibu tunggal. Dahulu, ia dan suaminya memiliki peternakan babi di sebuah desa. Suatu hari, saat ia sedang hamil anak pertamanya, suaminya terlibat konflik dengan pejabat daerah setempat. Mereka ingin peternakan itu dipindahkan ke tempat lain karena daerah itu akan menjadi salah satu rute pawai dalam menyambut acara olahraga internasional. Peternakan babi tersebut dianggap bau dan akan mengganggu jalannya acara karena akan diliput oleh banyak media. Suami Young-Soon tidak setuju dengan hal tersebut karena menurutnya, peternakan babi miliknya tidak harus dipindahkan ke tempat lain. Berbagai cara ditempuh oleh pejabat daerah tersebut agar menuruti keinginannya, mulai dari iming-iming hingga ancaman, namun Suami Young-Soon tidak tertarik. Karena tidak berhasil dipengaruhi, akhirnya peternakan tersebut dibakar oleh sang pejabat daerah dan kaki tangannya. Suami Young-Soon membawa kasus kebakaran tersebut ke meja hukum dan harus menjalani persidangan yang berakhir dengan kekalahan. Tak lama setelah itu, suaminya meninggal dan dikabarkan bunuh diri. Young-Soon yang melihat suaminya pamit keluar rumah dengan baik-baik saja, menyadari ada yang tidak beres dengan berita tersebut. Namun, ia yang hidup sebatang kara lebih memilih untuk pindah ke daerah lain dan memulai hidup di sana dengan bayi yang dikandungnya.
Young-Soon akhirnya tinggal di Desa Jouri. Anaknya lahir saat ia baru pindah ke sana dan diberi nama Choi Kang-Ho. Beberapa menit setelahnya, tetangganya yang juga hamil tua mengalami kontraksi dan melahirkan seorang putri yang diberi nama Lee Mi-Joo. Bayi mereka dilahirkan di hari yang sama dan di rumah yang sama. Mereka berdua sangat dekat sedari kecil. Young-Soon mendidik anaknya dengan sangat keras. Kang-Ho diminta belajar terus menerus dan harus selalu menjadi yang terbaik di sekolahnya. Ia akan dimarahi ketika ketahuan melukis atau ketiduran saat seharusnya belajar di kamarnya. Ia bahkan dimarahi saat menangis karena diejek oleh teman-temannya perkara ia tidak punya ayah. Ia diberi makan porsi kecil, agar tidak mengantuk dan bisa belajar lebih lama. Ia juga tidak pernah diijinkan mengikuti rekreasi yang diadakan sekolahnya. Serta banyak hal lagi yang membuat dirinya hanya memiliki seorang teman yaitu Lee Mi-Joo. Setiap kali Kang-Ho protes mengenai kewajibannya dan berbagai larangan ibunya, Young-Soon hanya mengatakan bahwa ia melakukan hal tersebut karena Kang-Ho harus kuliah di Seoul, jurusan hukum dan menjadi seorang jaksa, ketika itu terjadi baru-lah Kang-Ho bisa hidup bebas dan berhenti dimarahi olehnya.
Saat ini, Kang-Ho telah menjadi jaksa di Kantor Pengadilan Seoul. Ia dikenal sebagai jaksa yang dingin dan kejam oleh rekan kerjanya. Ia jarang pulang ke rumah ibunya dan bersikap dingin terhadapnya. Suatu hari, ia pulang ke rumah hanya untuk memperkenalkan calon istrinya, Oh Ha-Young, yang merupakan putri seorang anggota dewan di Seoul. Ia juga ingin membujuk ibunya agar menandatangani surat adopsi. Kang-Ho akan diadopsi oleh ketua Woobyeok Group, sebuah grup konglomerat di Korea yang sangat terkait dengan calon ayah mertuanya saat itu. Meskipun berat hati, ibunya menandatangani surat adopsi tersebut. Lalu, ia dan Ha-Young meninggalkan berbagai barang mewah di rumah sang ibu. Ketika dalam perjalanan, Ha-Young berhenti sebentar di pinggir jalan yang berada di tepi jurang untuk menghirup udara segar, sementara Kang-Ho sedang tidur. Tiba-tiba, mobil mereka ditabrak oleh truk dan jatuh ke dalam jurang tersebut. Ha-Young yang menyaksikan kejadian tersebut berteriak histeris dan langsung menghubungi telepon darurat.
Kang-Ho selamat dari kecelakaan, tetapi ia mengalami benturan keras di kepalanya yang mengganggu ingatannya. Setelah sadar, ia mengalami kelumpuhan sementara di kaki dan tangannya. Selain itu, ia juga mengalami amnesia, ingatannya kembali ke saat ia berumur 7 tahun. Saat ini, Young-Soon harus merawat anaknya yang berumur 30 tahun seperti anak kecil. Karena hal itu, ia menyadari akibat buruk dari didikan kerasnya terhadap anaknya selama ini. Ia juga menemukan fakta-fakta perilaku anaknya ketika menjadi jaksa. Pelan-pelan, ia menemukan beberapa catatan yang ditinggalkan anaknya sebelum kecelakaan. Namun, pada saat yang sama, ia juga didiagnosa menderita kanker lambung stadium akhir dan divonis memiliki waktu hidup yang sangat terbatas.
Namun di balik semua kejadian buruk yang menimpa Young-Soon, ia juga mengalami hal yang membahagiakan. Ia menjadi sangat dekat dengan para tetangganya. Ia bisa memperbaiki perlakuannya kepada anaknya dan menjadi sangat dekat dengannya. Ia bisa mengetahui perasaan anaknya dan alasan di balik sikap dingin anaknya selama ini. Ternyata anaknya tidak membencinya, bahkan mengasihaninya dan merencanakan misi balas dendam untuknya. Ia juga dapat berpamitan dengan bahagia dan mempersiapkan kematiannya. Ia mengajarkan hal-hal yang belum pernah ia ajarkan, mengatakan hal-hal yang belum pernah ia katakan, dan melakukan hal-hal yang belum pernah ia lakukan kepada anaknya. Hingga ingatan anaknya, Kang-Ho, perlahan-lahan kembali dan menjadi utuh seperti dulu, dengan kondisi jiwa yang jauh lebih baik. Kang-Ho juga menemukan kembali cinta sejatinya, Lee Mi-Joo, yang sempat ia tinggalkan karena takut membahayakan hidup wanitanya, saat ia menjalankan misi pribadinya.
Putraku, Kang-Ho.
Kau ingat surat pertama yang kau tuliskan untuk ibu? Kau bilang meski tubuh kita berjauhan, hatimu selalu ada bersama ayah dan ibu di dalam kenangan kita bertiga. Mungkin saat kau membaca surat ini ibu juga sudah pergi. Kang-Ho, karena ada ikatan darah kita bisa menjadi ibu dan anak. Padahal ibu ingin menjadi ibu yang baik dalam ikatan ini. Namun karena ibu juga baru pertama kali menjadi ibu di dunia yang hanya sekali ini, ibu banyak kekurangan. Maafkan ibu. Di kehidupan selanjutnya ibu berharap untuk menjadi ibumu sekali lagi. Jika itu terjadi, ibu akan berlaku lebih baik. Ibu tidak akan melarangmu bersedih karena tidak punya ayah. Ibu tidak akan mendoktrinmu bahwa nilai adalah segalanya untuk hidup. Ibu tak akan berpura-pura tak tahu bahwa kamu berbakat dalam melukis. Ibu tak akan berpura-pura tidak melihat tatapanmu bahwa kau masih lapar dan ingin makan lebih banyak. Ibu tak akan menahan air mata saat melihatmu kesakitan. Ibu akan membantumu bangkit saat terjatuh. Ibu akan memelukmu saat kau ketakutan. Ibu akan memujimu dan berterima kasih kepadamu serta mengatakan bahwa ibu menyayangimu setiap hari. Selain itu ibu juga tak akan pergi secepat ini. Ibu menyayangimu anakku. Hiduplah dengan bahagia selamanya bersama istrimu dan anak-anakmu. Mari kita bertemu lagi saat harapan ibu terkabul.
-dari ibumu yang jahat.
“Banyak orang bilang cintailah pasanganmu seakan ini adalah cinta pertamamu. Namun menurutku, cintailah pasanganmu seakan ini adalah saat terakhirmu dengannya. Dengan begitu kamu tidak akan bertindak sembarangan. Seperti saat terakhir ibu bertemu ayahmu, ia mengatakan “sampai nanti”. Hal itu membuat ibu senang, seakan ibu akan bertemu lagi dengannya.”
-Jin young soon-
Inspired by https://asianwiki.com/The_Good_Bad_Mother
