Title: The Glory
Revised romanization: The Glory
Hangul: 더 글로리
Director: Ahn Gil-Ho
Writer: Kim Eun-Sook
Network: Netflix
Episodes: 16
Release Date: December 30, 2022
Language: Korean
Country: South Korea
Main Actor: Song Hye-Kyo, Lee Do-Hyun, Lim Ji-Yeon
Pada Kdrama The Glory, saya terkesan dengan interaksi yang terjadi di antara Moon Dong-Eun dan Joo Yeo-Jeong. Sebelum membahas itu, saya akan menjelaskan ceritanya secara singkat. Dong-Eun adalah seorang wanita yang masa remajanya dipenuhi oleh kekerasan. Meskipun ia adalah anak yang pintar, ia mengalami perundungan yang sangat parah di sekolah. Di rumah, ia tinggal dengan ibunya yang juga melakukan kekerasan terhadapnya dan sangat menyukai uang. Bahkan ibunya setuju untuk mengeluarkan Dong-Eun dari sekolah setelah dibayar oleh orang tua salah satu perundungnya, yaitu orang tua Park Yeon-Jin.
Setelah keluar dari sekolah, Dong-Eun kabur dari ibunya dan menjadi buruh pabrik. Di waktu istirahatnya, Dong-Eun tetap belajar dan mengejar ujian kesetaraan. Akhirnya, ia berhasil kuliah dan kini menjadi guru SD, di mana anak Yeon-Jin bersekolah. Dong-Eun menyusun rencana balas dendamnya terhadap Yeon-Jin dan rekan-rekannya yang melakukan perundungan terhadapnya. Di tengah usaha balas dendamnya tersebut, ia bertemu dengan Yeo-Jeong dan seorang wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, yang kemudian ia jadikan kaki tangannya.
Yeo-Jeong adalah seorang dokter bedah plastik. Ia adalah anak dari direktur rumah sakit swasta terkenal di Seoul. Ayahnya dahulu adalah seorang dokter yang sangat baik yang wafat dibunuh oleh narapidana yang ditolong oleh ayahnya. Kejadian tersebut menimbulkan dendam dan kekosongan di hati Yeo-Jeong. Suatu ketika, ia bertemu dengan Dong-Eun dan tertarik padanya. Yeo-Jeong pantang menyerah dalam mendekati Dong-Eun meskipun responsnya selalu datar. Mereka menjadi dekat ketika Dong-Eun mengetahui bahwa Yeo-Jeong merupakan pro-player Go dan meminta untuk diajari. Sedikit demi sedikit, Dong-Eun membuka dirinya dan berteman dengan Yeo-Jeong. Bahkan, ia memperlihatkan lengan dan kakinya yang dipenuhi bekas luka bakar akibat perundungan yang dialaminya. Yeo-Jeong yang mencintai Dong-Eun pun bertekad membantu balas dendam wanita itu meskipun ia tidak memintanya.
Basecamp mereka adalah rumah Yeo-Jeong, yang nantinya Dong-Eun tinggal di rumah itu demi kelancaran rencana mereka. Di sana ia tidur di dalam tenda yang dibangunnya di tengah-tengah rumah tersebut. Meskipun jalan yang dilalui Dong-Eun tidaklah mulus, namun sedikit dipermudah dengan adanya dukungan Yeo-Jeong (dan juga Ibu Yeo-Jeong). Pada akhirnya usahanya selama ini membuahkan hasil dan hidupnya mulai berwarna dan menemukan cinta.
Adegan favorit saya adalah di Episode 12 setelah kejadian Dong-Eun difitnah menerima suap dari para wali murid. Padahal, para wali murid tersebut memberikan banyak uang dan barang branded bukan ke dirinya melainkan ke ibunya. Di tengah hujan, Dong-Eun hampir diserang oleh seorang pria, tetapi diselamatkan oleh Yeo-Jeong. Mereka kemudian pulang. Dong-Eun langsung mengunci diri di dalam tendanya dan menangis dalam diam. Sementara itu, Yeo-Jeong mondar-mandir di depan tenda (kelihatan dari bayangan lampu) dan mengatakan bahwa ia ada di sana dan bahwa Dong-Eun tidak sendirian.
Saya terkesan dengan kehidupan mereka. Mereka tinggal bersama karena suatu tujuan (balas dendam). Mereka keluar rumah untuk urusan yang berbeda. Mereka berusaha mengontrol ekspresi wajah mereka dan meninggalkan urusan di luar sebelum memasuki rumah. Mereka saling mendukung namun saling memberi kebebasan. Yeo-Jeong yang mencintai Dong-Eun senantiasa ingin membantunya namun ia tidak memaksa. Wanita itu pun menerima bantuan Yeo-Jeong namun tidak menyusahkan dan bergantung. Saya rasa ini adalah potret kehidupan rumah tangga yang sempurna, meskipun dalam kisah ini hubungan mereka bukanlah romansa atau rumah tangga.
Inspired by: https://asianwiki.com/The_Glory dan https://asianwiki.com/The_Glory_Part_2
