Title: Arthdal Chronicles (English title)
Revised romanization: Aseudal Yeondaegi
Hangul: 아스달 연대기
Director: Kim Won-Suk
Writer: Kim Young-Hyun, Park Sang-Yeon
Network: tvN
Episodes: 18
Release Date: June 1 – July 7, 2019 (Part 1-2) / September 7 – 22, 2019 (Part 3)
Runtime: Sat. & Sun. 21:00
Language: Korean
Country: South Korea
Main Actors: Song Joong-Ki, Kim Ji-Won, Jang Dong-Gun, Kim Ok-Vin
In a pyramid system, if you want to go to the top, you need shock or chaos. Otherwise we will forever be at the bottom.
-Saya
Zaman dahulu kala, hiduplah dua ras manusia yang disebut Saram dan Neanthal. Neanthal merupakan manusia berdarah biru yang mempunyai fisik yang sangat kuat, cepat dan tangkas. Mereka hidup berdampingan di alam terbuka dengan satwa liar. Saram merupakan manusia berdarah merah, mempunyai kemampuan fisik di bawah Neanthal, namun mempunyai kecerdasan dan ambisi. Mereka pandai mengolah sumber daya alam seperti bertani, membangun rumah, membuat persenjataan dari batu, kayu, logam dan juga mengembangkan kemampuan bela diri atau bertarung. Suatu ketika Saram di daerah Arthdal ingin bekerja sama dengan Neanthal dalam hal pertanian karena Saram mempunyai ambisi, yakni ingin memperluas wilayah kekuasaan dan memperkuat lumbung pertanian mereka. Namun Neanthal menolak kerja sama tersebut. Ketua Arthdal pun mengirim utusan yaitu Asa Hon, dan banyak hadiah untuk negosiasi ulang. Ternyata di antara hadiah tersebut, mereka mengirimkan wabah mematikan yang hanya menjangkiti ras Neanthal dan diam-diam mengirimkan sejumlah tentara untuk perang dengan Neanthal. Asa Hon yang mengetahui bahwa ras Saram mengkhianatinya, memilih untuk membantu menyelamatkan anak-anak Neanthal korban peperangan dan menetap di daerah Neanthal. Dia juga jatuh cinta pada pria Neanthal dan mempunyai dua bayi kembar identik. Darah campuran Saram dan Neanthal ini berwarna ungu dan mereka disebut Igutu. Saat anak mereka masih bayi, Arthdal kembali memerangi ras Neanthal yang tersisa dan suami Asa Hon pun terbunuh. Satu bayi yang bersama suami Asa Hon diambil dan dirawat oleh putra tunggal ketua Arthdal yang bernama Tagon. Karena merasa tidak aman berada di daerah tersebut, Asa Hon lalu membawa bayinya pergi mengembara ke daerah yang jauh yaitu Iark.
Bayi itu bernama Eunseom. Saat berumur 10 tahun, Eunseom dan Asa Hon tiba di daerah Iark. Namun tak lama setelah itu, Asa Hon meninggal dunia karena kesehatannya yang terus memburuk. Di Iark, Eunseom berteman dekat dengan Tanya, putri kepala suku Wahan yang merupakan keturunan langsung leluhur sakti mereka, Serigala Putih. Eunseom yang merupakan Igutu mempunyai ingatan dan fisik yang kuat dan kerap bermimpi ketika tidur, yang mana ras Saram tidak pernah bermimpi. Ia kerap menceritakan mimpinya kepada Tanya. Dalam mimpinya, ia melihat dirinya berada di kehidupan lain yang sangat berbeda dengan kehidupannya sekarang. Sosoknya di mimpi mengenakan pakaian yang bagus, tinggal di ruangan dari batu, membaca banyak buku, menunggang kuda, dan lain sebagainya. Suatu hari karena mimpi tersebut, Eunseom ingin menunggang seekor kuda yang kemudian hari diketahui sebagai kuda terkuat yang ada di dalam legenda Arthdal.
I want you to be my subordinate. I don’t know how to handle subordinates. That’s why I’m always good to you. But I guess the way I did it was wrong.
-Eunseom
10 tahun kemudian, ketua Arthdal yaitu Sanung Niruha ingin memperluas wilayah kekuasaannya hingga Iark. Ia mengerahkan banyak tentara ke Iark. Tujuannya adalah untuk menjadikan masyarakat suku Wahan sebagai tambahan budak pekerja di Arthdal. Pada saat itulah Eunseom berpisah dengan Tanya, karena ia dibawa kabur oleh kuda yang ia tunggangi. Namun Eunseom bertekad untuk menyelamatkan suku Wahan dan menyusul ke Arthdal. Saat di Arthdal, Eunseom bertemu dengan Sanung Niruha dan menculiknya dengan tujuan negosiasi dengan pejabat Arthdal, menukar ketua mereka dengan suku Wahan. Namun Tagon yang menjadi perwakilan Arthdal malah membunuh ayahnya sendiri dan mengkambinghitamkan Eunseom sehingga Eunseom menjadi buron tentara Arthdal dan suku Wahan dipenjarakan. Namun, Eunseom tidak menyerah. Ia secara tidak sengaja mengetahui rahasia terbesar Tagon dan melakukan negosiasi pribadi dengannya. Tagon adalah seorang Igutu, yang mana masyarakat Arthdal sangat membenci Igutu dan Neanthal berkat peperangan 20 tahun belakangan. Berkat negosiasi itu, suku Wahan dikeluarkan dari penjara dan diberi pekerjaan kasar budak. Namun penderitaan tidak hanya sampai di situ, Eunseom mengalami banyak hal dalam menyelamatkan teman-teman suku Wahan yang terpisah karena mencoba kabur, ia berulang kali dijual sebagai budak dan dikhianati oleh rekannya. Namun ia tetap selalu berbuat baik di mana pun ia berada.
If everyone is afraid, it means that we are not cowards, but our opponent is too strong. There are two choices: if you want to fight then do it together, if you want to run away then do it quietly.
-Choseol
Di sisi lain, Tagon mempunyai seorang kekasih yang bernama Taealha. Taealha merupakan anak seorang pengusaha pabrik perunggu satu-satunya di Arthdal. Dulu ketika Tagon mengadopsi seorang anak Igutu, ia memercayakan anak tersebut untuk dibesarkan oleh Taealha. Anak itu bernama Saya. Taealha merupakan wanita yang sangat cantik, pintar, dan pandai bela diri. Ia digambarkan sebagai sosok kekasih idaman. Ia dapat mengimbangi sosok Tagon yang kuat dan disegani masyarakat. Ia kerap menyemangati, mengingatkan, mengapresiasi, hingga memercayai Tagon sepenuhnya. Di sisi lain cerita, Tanya secara tidak sengaja bertemu Saya di kamarnya di menara markas keluarga Taealha. Saya mempunyai wajah yang sangat mirip dengan Eunseom. Karena Tanya mengetahui bahwa Saya adalah Igutu, ia dijadikan disandera dan dijadikan pelayan di rumah Tagon. Seiring berjalannya waktu, Tanya menjadi dekat dengan Saya. Saya menceritakan bahwa ia kerap bermimpi ketika tidur dan ada Tanya di dalam mimpinya. Tanya kemudian mengambil kesimpulan bahwa yang ada di mimpi Saya merupakan kehidupan asli Eunseom dan yang ada di mimpi Eunseom merupakan kehidupan asli Saya. Namun ia menyimpan informasi itu untuk dirinya sendiri.
Seiring berjalannya waktu, Saya, Tagon, Taealha mengetahui bahwa Tanya merupakan keturunan langsung dari leluhur sakti Arthdal yaitu Asa Sin dan bahwa Serigala Putih leluhur suku Wahan merupakan Asa Sin. Hal ini dimanfaatkan oleh Tagon untuk memutus hubungan dengan pendeta tinggi Arthdal saat ini yaitu Asa Ron dan menarik simpati masyarakat dengan fakta itu. Karena Asa Ron merupakan keturunan tidak langsung dari Asa Sin dan berlaku sewenang-wenang terhadap kekuasaannya sebagai pendeta tinggi. Lewat Saya, Tanya menyadari bahwa ia dapat melindungi keluarganya jika ia memiliki kekuasaan, dan ia pun setuju untuk bekerja sama dengan Tagon dan Taealha. Namun jalannya tidaklah mulus. Tanya harus membuktikan bahwa dirinya adalah keturunan langsung Asa Sin dengan cara menemukan lonceng bintang. Ia mengingat kembali pelajaran-pelajaran dari ibunya dan menerapkannya. Dan ia berhasil. Dengan Tanya menjadi pendeta tinggi Arthdal, suku Wahan menjadi lebih dihormati. Ternyata itu baru permulaan. Dengan menjadi pejabat Arthdal, Tanya kerap berselisih antara mempertahankan kekuasaan, mengikuti strategi Tagon dan Taealha atau mengikuti hati nuraninya untuk tidak mengorbankan orang yang tak bersalah. Namun Tanya adalah wanita cerdas, ia cepat belajar dan menjadi tidak terperdaya oleh apapun. Apakah dengan bersatunya Tagon, Tanya, Taealha, dan Saya akan membuat negeri Arthdal menjadi lebih baik? Bagaimana nasib Eunseom dalam menyelamatkan Tanya dan suku Wahan? Tonton drama ini untuk mengetahui jawabannya. Kisah ini masih berlanjut di season 2 yang akan tayang tahun depan.
Promise us that we will not sacrifice our lives and not betray each other.
Tagon & Taealha
