by: Marina Noorbayanti, S.Si
- Rasulullah bersabda bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim
- Para ulama senantiasa mendorong murid-murid nya untuk mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu
- Hal ini didukung dengan perkataan Imam malik dan Imam yusuf bin Al Husain bahwa dengan mempelajari adab maka engkau akan mudah mempelajari ilmu
- Allah telah menganugerahkan manusia akal, kebutuhan naluri, dan kebutuhan jasmani. Akal membuat manusia dapat berpikir dan memahami tuntunan syariat akan bagaimana caranya memenuhi kebutuhan naluri dan jasmani manusia. Akal jugalah yang mencari tahu jenis pekerjaan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan namun juga yang diridhoi oleh Allah. Termasuk dalam beribadah, manusia memiliki naluri menyembah Tuhan, maka akal akan mencari Tuhan yang seperti apa yang layak untuk dijadikan sebagai sesembahan. Proses pencarian ini juga bisa didukung dengan maklumat atau informasi yang didapat oleh akal terkait dengan Tuhan seperti apa yang harus disembah. Jika akal telah mendapatkan informasi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan tidak ada yang layak diibadahi kecuali Allah maka pemenuhan naluri untuk bertuhan akan mendorong kita untuk senantiasa menyembah Allah saja.
- Begitu juga dengan kebutuhan lain, seperti makan, buang air, dll. juga tergantung dengan maklumat atau informasi yang didapat oleh akal. Apakah akal mendapat maklumat untuk boleh memakan apa saja ketika lapar, atau ada jenis makanan yang boleh dan ada yang tidak boleh dimakan.
- Kalau maklumat yang didapat oleh akal bahwa manusia itu bebas dalam memenuhi kebutuhannya sesuai dengan keinginan atau adat istiadat yang berlaku atau dengan mengikuti tren, maka akan menyebabkan terjadinya perbedaan cara memenuhi kebutuhannya.
- Seperti dalam penciptaan smartphone, agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pembuatannya, ada buku petunjuk yang jika buku itu diganti maka bisa menjadi rusak atau tidak sesuai dengan standar operasionalnya. Sama dengan manusia. Kehidupan manusia pada dasarnya seputar pemenuhan naluri dan jasmani, seperti mendapat harta dan keturunan, ingin dicintai, butuh makan dan minum, butuh merasa aman, dll. Jika pemenuhan kebutuhan secara bebas sesuai kemauan masing-masing pribadi manusia, yang akan terjadi ialah kerusakan, karena tidak berdasarkan pada petunjuk Sang Pencipta.
- Allah telah berfirman dalam KitabNya, bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia adalah beribadah kepada Allah. Untuk memenuhi tujuan itu tentu butuh buku panduan, yaitu Al Quran dan Sunnah.
- Supaya seluruh aktivitas dapat bernilai ibadah di sisi Allah, menurut ulama ada 3 dimensi aktivitas yang dapat dilakukan, yang semuanya butuh ilmu gimana cara melaksanakannya dengan baik, apa yang membuatnya dapat diterima, apa yang membuatnya dapat batal, apa yang boleh, apa yang dilarang, dan ketentuan lainnya. Wabah hari ini membuktikan jika manusia makan sesukanya, akibatnya dapat membahayakan dunia bukan hanya dirinya sendiri.
- Untuk berpakaian tidak bisa bersandar kepada jenis aktivitas tapi bersandar pada syariat. Pakai pakaian sesuai syariat bukan sesuai aktivitas yang akan dilakukan.
- Begitu juga dengan ekonomi dan politik, pemenuhannya agar selalu berdampak baik maka bersandarlah pada syariat, bukan pada tren yang ada, bukan pada keinginan pribadi.
- Semua hal di dunia ini butuh ilmu, dan jika ilmunya tidak sesuai dengan buku pedoman yang diberikan Sang Pencipta, maka yang terjadi adalah kerusakan.
- Dalam QS. Azzumar:9 dikatakan bahwa tidak bisa disamakan antara orang berilmu dengan yang tidak berilmu. Dalam QS. Almujadalah: 11 dikatakan bahwa Allah mengangkat derajat orang yang berilmu beberapa derajat. Dalam QS. Fathir:28 dikatakan bahwa sesungguhnya orang yang paling takut kepada Allah adalah ulama. Dalam hadits Bukhori Muslim disebutkan bahwa siapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan maka difaqihkan oleh Allah dalam ilmu agamanya. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa siapa yang berjalan dalam menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga.
- Dengan semua keutamaan orang yang berilmu, maka belajarlah. Belajar cara bagaimana agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, agar hidup mendapat ridho Allah. Dan setelah itu ajarkan kepada orang lain. Karena Rasulullah bersabda siapa saja yang mengajak orang lain dalam kebaikan maka dia akan diberikan pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya dengan tidak mengurangi pahala orang tersebut.
- Ada juga hadits yang menyebutkan siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah hingga kembali ke rumahnya. Ada hadits lain yang menyebutkan bahwa orang yang berilmu akan didoakan oleh penduduk langit beserta ikan ikan di dalam air.
- Kalau manusia mengisi akalnya dengan maklumat atau informasi sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Sunnah, yang kemudian informasi ini digunakan sebagai panduan dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan dalam menyelesaikan problem hidup, maka akan terbentuk suatu penalaran rasional yang menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai standar ilmu dalam pemenuhan kebutuhan tadi.
- Oleh karena itu, muslim juga harus menguasai sains dan teknologi agar dalam pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalahnya sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Sunnah, tidak semau manusia saja, tidak serta merta mengikuti tren atau adat istiadat.
- Dengan ilmu juga manusia memahami segala fenomena yang terjadi bukan hanya dari sisi sains dan teknologi saja, tapi juga karena ijin dan kuasa Allah.
- Dalam pengetahuan ada suatu istilah yaitu hadharah. Hadharah adalah sekumpulan pemahaman tentang kehidupan, dimana sekumpulan pemahaman ini bergantung pada keyakinan tempat lahirnya pemahaman atau akidah. Hadharah selain islam yang bersifat khusus tidak boleh diadopsi sebagai kebiasaan dalam kehidupan, yakni yang lahir dari pemikiran bukan islam dan merupakan ciri khas golongan tertentu di luar islam, contohnya perayaan tahun baru, ide feminisme dan emansipasi, lambang salib, topi yahudi, dll. Beda dengan hasil pemahaman yang bersifat umum, hal tersebut boleh diadopsi yaitu yang tidak memiliki makna khusus yang merujuk kepada peribadatan dan keyakinan atau ideologi tertentu, seperti pengetahuan teknologi, robot, komputer, kalkulator, kedokteran, obat obatan, dll.
- Dalam islam, mempelajari pengetahuan agama yakni fiqih dan hukum syariat yang mengatur kehidupan sehari hari hukumnya fardhu’ain, sedangkan mempelajari ilmu dunia seperti sains dan teknologi hukumnya fardhu kifayah. Namun jika tidak ada muslim yang menguasai sains dan teknologi maka hukumnya bisa berubah menjadi fardhu’ain.
- Adab yang harus diperhatikan dalam menuntut ilmu:
a) ikhlas karena Allah, belajar karena Allah menyukai orang yang berilmu. Bukan belajar karena akan dipandang baik di masyarakat atau mencari kedudukan dan jabatan, dll.
b) banyak berdoa memohon agar ilmu yang dipelajari merupakan ilmu yang bermanfaat bagi kemaslahatan diri sendiri dan umat.
c) bersungguh sungguh dalam belajar, menyediakan waktu untuk fokus belajar, selalu merasa haus akan ilmu dan tidak cepat merasa puas.
d) menjauhkan diri dari maksiat, karena ilmu dan maksiat tidak bisa bersatu.
e) tidak sombong dan tidak malu dalam belajar, tidak meremehkan orang lain. Tingkatan pembelajar menurut Umar bin Khattab: seseorang pada tingkat pertama akan merasa dirinya lebih baik dari pada orang lain, jika dia terus belajar maka dia akan berada pada kondisi senantiasa tawadhu atau rendah hati, dan jika dia terus belajar maka dia akan menemukan bahwa dirinya tidak ada apa apanya di hadapan Allah dan merasa dirinya sangat bodoh.
f) menyimak dengan baik ilmu dari siapapun gurunya dan bersabar dalam menyimaknya.
g) diam ketika pelajaran sedang disampaikan, menghormati ketika orang lain bicara.
h) mengikat ilmu dengan tulisan.
i) mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk mendapatkan keberkahan ilmu.
j) menyebarkan ilmu yang didapatkan, senantiasa memohon kepada Allah untuk menguatkan pemahaman terhadap ilmu tersebut.
